SENIMAN PANGAN


Bekasi, 23 Februari 2019.

Belajar berkebun untuk yang kedua kalinya dan sekarang saya bersama teman-teman berkunjung ke Seniman Pangan yang berlokasi di Vida Bekasi. Lokasi Seniman Pangan ini ternyata dulu waktu jaman kuliah sering saya lewatin, tapi tidak tahu kalau ada lokasi berkebun disana.




Tempatnya sangat-sangat luas dan asyik untuk menjadi tempat nongkrong karena di sini terdapat cafe yang makanan dan minumannya terbuat dari bahan-bahan organik yang dihasilkan dari hasil berkebun, asyik bukan?




Pertama kali datang kami diajak untuk berkeliling-keliling kebun. Banyak sekali tumbuh-tumbuhan disana. Ada telang, okra, sorgum, jagung, sereh, cabe, pandan, dan masih banyak lagi. Disana juga terdapat tempat untuk menjemur bahan-bahan untuk mengeringkan, seperti cabe contohnya. Setelah cabe dikeringkan, lalu cabe bisa dihaluskan hingga menjadi bubuk cabe kering, setelah itu siap untuk dijual.



Seniman Pangan ini dikelola oleh Ibu Herlianti Hilman, sekaligus merupakan pendiri Javara. Beliau bercerita tentang awal mula beliau suka berkebun dan membangun Seniman Pangan tersebut. Kami juga berkonsultasi dalam sesi tanya jawab yang berhubungan tentang dunia perkebunan. Berikut yang bisa saya bagikan:

1. Pilihan Jenis  Tanaman
Tanaman Dataran Rendah
Bayam, kangkung, sawi, buncis, kacang panjang, timun, tomat, bawang merah, bawang daun, pandan, seledri, jagung, mangga, pisang, pepaya,dll.

Tanaman Dataran Sedang-Tinggi
Kol, brokoli, asparagus, wortel, kapri, bawang bombay, bawang putih.


2. Identifikasi Kebutuhan Nutrisi
Karbohidrat: Sorgum, padi, jagung, dll.
Protein: Kacang tanah, kacang hijau, kelor, kedelai, dll.
Lemak: Alpukat, kelapa.
Serat: Sayuran, buah-buahan.
Vitamin: Wortel, kelor, dll.
Antioksidan: Telang, ubi ungu, dll.
Mineral: Kalsium, kalium, dll.

Identifikasi Kebutuhan Fungsi
Sumber karbo: Sorgum, padi, jagung, umbi-umbian, dll.

Bumbu masak: Aneka cabe, aneka bawang, jahe, kunyit, lengkuas, dll.

Sumber lauk: Aneka kacang, telur, ikan, dll.

Tanaman obat: Binahong, daun jambu, dll.

Fungsi lain: Pewarna makanan, insect repellent.

3. Pengenalan Lokasi Penanaman
Kenali area yang dapat ditanami.
Perhatikan penempatan yang paling banyak mendapatkan sinar matahari, minimal 6 jam/hari.


4. Pilihan Lokasi Tanam
Lahan tanpa gali (No-Dig-Plot)
Kualitas tanah kurang bagus.
Lahan pavement, atap, conblock.
Menghindari bedeng longsor.

Portable/Mobile
Kualitas tanah tidak memadai.
Lahan sempit.
Matahari terbatas.

Sistem Gantung/Vertikultur
Tidak ada lahan horizontal & efisiensi ruang.
Manfaat dinding.
Pohon, atap patio.



5. Pilihan Wadah Tanam
Pot, polybag, kontainer bekas, plastik, kaleng, kotak susu/jus, botol air, pralon, jerigen, bambu, dll.

6. Media Tanam 
Tanah liat, gravel/kreweng, tanah pasir, sekam mentah, sekam bakar, sabut kelapa, abu bahan organik, gergaji kayu, pupuk.

7. Karakteristik Tanah
Berdasarkan tekstur
Tanah pasir: Mudah hilang nutrisi dan air.
Tanah gembur: Berpori, mudah ditembus akar dan oksigen.
Tanah liat: Padat, tak bisa ditembus akar.

Berdasarkan tingkat keasaman
PH rendah < 6: Padi.
PH sedang 6-7: Sayuran, buah.
PH tinggi > 7: Kelor.


8. Jenis-jenis Pupuk
Pupuk hijau: Daun legume (kacang-kacangan).

Pupuk kompos: Sampah organik.

Pupuk kandang/NPK: Kotoran kambing, kelinci, sapi.

Pupuk mikroba: Pupuk cair.

Pupuk kascing: Kotoran cacing yang ditakar dengan pupuk kandang.

Pupuk mineral: Mineral kompleks.

9. Perlengkapan
Sekop, garpu, cakar, selang air, gunting tanaman, gembor, sarung tangan, tray semai, pot kayu, pot plastik, pot gantung, dll.

10. Perlengkapan
Lanajaran segitiga: Untuk tanaman merambat.

Lanjaran tunggal: Untuk sayuran daun/ tanaman obat.

Penyangga: Untuk sayuran buah non merambat.

Para-para: Untuk tanaman sayur/buah.
Green house portable.

11. Biopestisida
Asap cair: Hama serangga, ulat, kutu (dicampur air, disemprotkan ke daun).

Bawang daun: siput (rendam semalam, semprot).

Bawang putih: Lalat putih, grayak, lalat rumah, ulat (ekstrak, campur air, semprot).

Beras air cucian: Ulat (cucian pertama, semprot).

Cabai merah: Hama belalang (ekstrak, campur air, semprot).

Cabai rawit: Semut, apis, kumbang, ulat, ngengat (ekstrak, campur air, semprot).

Cengkeh daun: Busuk batang (ekstrak, campur air, semprot).

Jahe: Kutu trip, ulat, lalat putih, jamur (ekstrak, campur air, semprot).

Kemangi daun: Lalat buah, kumbang, jamur (ekstrak, campur air, semprot).

Kunyit: Ngengat, ulat grayak, wereng (ekstrak, campur air, semprot).

Pepaya daun: Trip bunga, lalat buah, jamur (ekstrak, campur air, semprot).

Marigold: Apis, ulat, wereng, belalang (ekstrak, campur air, semprot).



12. Frekuensi Panen
Panen sekali
Kangkung, bayam, brokoli, kol, wortel, bit, kentang, jagung, kedelai, kacang hijau, jahe, kunyit, kencur, laos, bawang merah, pisang, dll.

Panen Berapa Kali
Terong, okra, tomat, cabe, pare, timun, jeruk nipis, pepaya, jambu, dll.

Musiman
Buah-buahan: Mangga, durian, manggis, rambutan, dll.

13. Cara Panen
Petik dari pangkal
Pandan, sereh, selada, brokoli, kol, dll.

Petik Pucuk Muda
Kangkung, bayam, daun singkong, daun pepaya, katuk.

Petik Cabut
Wortel, lobak, bit, singkong, ubi, kentang, bayam, kangkung.

14. Memanfaatkan Limbah Rumah
Limbah organik: Semua limbah organik

Limbah non organik: Limbah non organik berguna sebagai wadah tanaman.

Membuat kompos: Sampah organik dipisah, dicacah, siapkan lokasi kompos dilokasi yang teduh, sampah cacah disusun dan setiap lapisan ditaburi kompos, tanah subur dan kapur, semprot dengan bioaktifaktor, ditutup dengan daun/jerami.

Membuat Pupuk cair: sampah organik dipisah, dicacah, masukan ke drum, setiap lapisan disemprot dengan biokatifaktor, ditutup, setelah 2 minggu cairan bisa diambil dari kran drum, pemakaian diencerkan 1:5 air, disemprotkan ke tanaman.


Setelah selesai seminar, kami disuguhkan makan siang yang dimasak langsung oleh koki dari Seniman Pangan. Menunya sendiri diambil dari tumbuh-tumbuhan yang ditanam di kebun dan menggunakan bahan-bahan organik yang tentu saja sehat, tanpa bahan pengawet dan penyedap rasa.







Terima kasih Seniman Pangan.




Komentar

Postingan Populer